Pasar Tradisional dan Pasar Modern

PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN

 

Pasar Minggu-20130415-00448 Ciracas-20130415-00470

  1. Pengertian Pasar, Fungsi Pasar, dan Bentuk Pasar Konkret Menurut Pengelolaannya

 

Pengertian Pasar

Pengertian  pasar secara konkret adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual. Dalam ilmu ekonomi, pengertian pasar lebih dititikberatkan pada kegiatan jual belinya.  Oleh karena itu pengertian pasar adalah Tiap terjadinya transaksi antara penjual dengan pembeli ataupun Tiap terjadinya transaksi supply/demand antara penjual dan pembeli sehingga terjadi kesepakatan harga, penjual mau melepaskan barang/dagangannya dan pembeli mau membayar pada harga tertentu.

Syarat-syarat terbentuknya pasar:

1. Adanya penjual

2. Adanya pembeli

3. Adanya barang atau jasa yang diperjualbelikan

4. Terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli

 

B. Fungsi Pasar

 1. Fungsi Distribusi

Dalam kegiatan distribusi, pasar berfungsi mendekatkan jarak antara konsumen dengan produsen dalam melaksanakan transaksi. Dalam fungsi distribusi, pasar berperan memperlancar penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.

2. Fungsi Pembentukan Harga

Pasar berfungsi sebagai pembentuk harga pasar, yaitu kesepakatan harga antara penjual dan pembeli.

3. Fungsi Promosi

Pasar merupakan sarana paling tepat untuk ajang promosi. Pelaksanaan promosi dapat dilakukan dengan cara memasang spanduk, membagikan brosur, membagikan sampel.

 

C. Bentuk Pasar Konkret Menurut Manajemen pengelolaan

Pasar Konkret menurut manajemen pengelolaan terdiri dari:

1.Pasar tradisional

Dalam pasar tradisional, pembeli dilayani langsung oleh penjual, sehingga dimungkinkan masih terjadi tawar menawar harga. Contoh pasar Beringharjo di Yogyakarta, pasar Johar di Semarang, pasar minggu di Jakarta.

2.Pasar modern. Dalam pasar modern, pelayanan dilakukan secara mandiri dan dilayani oleh pramuniaga misalnya di Carrefour.

 

 

II.                  Pasar Tradisonal

Pengertian Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah pasar yang dalam pelaksanaannya bersifat tradisional dan ditandai dengan pembeli serta penjual yang bertemu secara langsung. Proses jual-beli biasanya melalui proses tawar menawar harga, dan harga yang diberikan

untuk suatu barang bukan merupakan harga tetap, dalam arti lain masih dapat

ditawar, hal ini sangat berbeda dengan pasar modern.

Umumnya, pasar tradisional menyediakan bahan-bahan pokok serta keperluan rumah tangga. Lokasi pasar tradisional dapat berada ditempat yang terbuka atau bahkan dipingir jalan.

Salah satu ciri khas pasar tradisional beberapa diantaranya menggunakan tenda-tenda tempat penjual memasarkan dagangannya, serta pembeli yang berjalan hilir mudik untuk memilih dan menawar barang yang akan dibelinya.

 

Ciri Ciri Pasar Tradisional:

Proses jual-beli melalui tawar menawar harga

Barang yang disediakan umumnya barang keperluan dapur dan rumah tangga

Harga yang relatif lebih murah

Area yang terbuka dan tidak ber-AC

Area yang terlihat kotor dan becek

 III.                Pasar Modern
Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun
pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang- barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah pasar swalayan dan hypermarket, supermarket, dan minimarket.

Ciri-ciri Pasar Modern:

Harga sudah tertera dan diberi Barcode

Barang yang dijual beranekaragam dan umumnya tahan lama

Berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan sendiri (swalayan)

Ruangan Ber-AC dan Nyaman  tidak terkena terik panas matahari

Tempat bersih

Tata tempat sangat diperhatikan untuk mempermudah dalam pencarian barang

Pembayaran dilakukan dengan membawa barang ke Cashier dan tidak ada tawar menawar lagi

 

 

IV.                Contoh Harga Barang di Pasar Tradisional dan Pasar Modern

 

No

Nama Barang

Harga

Pasar tradisional Pasar Modern

1

Sayur Sawi Rp 1200/100gr Rp 2500/100gr

2

Pempek Rp 1500/buah Rp 5800/buah

3

Siomay Rp 1500/buah Rp 5200/buah

4

Sendal mulai dari Rp 10.000 mulai dari Rp 19.900

5

Sayur matang mulai dari Rp 2.000 mulai dari Rp 5.900

6

Daging Dendeng mulai Rp 8.000 per 100 gr mulai Rp 8.250 per 100gr

7

Ikan Kembung mulai Rp 7.000 250gr mulai Rp 3.250 per 100gr

8

Beras mulai dari Rp 7000/ltr mulai Rp 14.500/kg

9

Handuk mulai dari Rp 10.000 mulai dari Rp 16.900

10

Bedcover and Bedsheet mulai dari Rp 50.000 mulai dari Rp 79.900

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: